Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Merger Facebook, Whatsapp & Instagram Memiliki Peluang Diblokir?


Masmalven.com - The Federal Trade Commission (FTC) sedang mempertimbangkan untuk memblokir integrasi Facebook Messenger, WhatsApp, dan Instagram. Di dalam diskusi ini masih dalam tahap awal dan belum ada keputusan simpulan.

Menurut laporan dari CNBC, FTC sedang membicarakan apakah penyatuan infrastruktur teknis aplikasi milik Facebook ini akan mempersulit akan peluangpemisahan Facebook saat agensi memutuskan akuisisi tersebut untuk mengurangi kompetisi dan mengakibatkan monopoli di jejaring sosial.

FTC dan Facebook menolak mengomentari pemberitaan ini. Potensi pemblokiran pertama kali dilaporkan The Wall Street Journal dan dilansir dari CNBC Indonesia, The New York Times.

Facebook dan raksasa teknologi besar yang lain seperti Google, Apple, dan Amazon sedang menerima sorotan tajam atas bagaimana mereka memakai kekuatan mereka untuk mensugesti dan menguasai pasar.

Facebook telah menjadi perhatian khusus alasannya adalah posisinya yang secara umum dikuasai di jejaring sosial dan bagaimana ia mengambil 'mencaplok' saingannya yang lebih kecil seperti Instagram dan WhatsApp yang menjadi penopang keunggulannya saat berkompetisi.

Pada bulan Juli, Facebook mengungkapkan sedang dalam pengusutan FTC sebab problem antimonopoli. Departemen Kehakiman, Kongres dan jaksa agung negara bagian juga menilik apakah Facebook telah bertindak anti kompetisi.

Para kademisi antimonopoli telah memberikan kajian untuk memecah Facebook. Mereka berpendapat bahwa Facebook menciptakan "akuisisi defensif serial" untuk melindungi keunggulannya di pasar jejaring sosial.

Langkah ini menjadi tindakan yang tidak lazimdikerjakan FTC alasannya adalah meninjau kembali merger yang telah teratasi. Mayoritas anggota komisioner FTC harus menyetujui langkah ini dan mesti bisa memberikan di pengadilan bahwa aksi ini melanggar hukum anti monopoli.

Alasan Mark Zuckerberg Integrasi Tiga Aplikasinya

Mark Zuckerberg mengungkapkan rencana merger aplikasi miliknya pada awal tahun ini. Ia ingin 2,7 miliar pengguna Facebook mampu berkomunikasi di seluruh platform dimana pengguna WhatsApp dalam mengirim pesan terhadap pemilik akun Facebook dan Instagram.

"Kami sedang membangun pondasi untuk komunikasi sosial yang semakin mementingkan privasi saling berkirim pesan secara eksklusif," Ujar Mark Zuckerberg.

"Saya yakin platform komunikasi yang berfokus pada privasi akan menjadi lebih penting daripada platform terbuka hari ini." Lanjutnya.

Tetapi regulator dan pembuat undang-undang cemas bahwa langkah tersebut akan menciptakan lebih sukar untuk memisahkan aplikasi di era depan.

Jika FTC berfikir "bahwa ada problem masuk logika untuk menantang transaksi sebelumnya," ujar Gene Kimmelman, mantan pejabat antitrust Departemen Kehakiman, "mencari untuk menangkal integrasi sungguh penting alasannya adalah jikalau tidak mereka mencampur aset bahwasanya."

"Ini sedikit seperti mengaduk telur," Tambah Kimmelman.

Facebook mengumumkan bahwa mereka membeli Instagram, aplikasi menyebarkan foto seharga US$ 1 miliar pada tahun 2012. Aplikasi ini dengan segera berkembangpopularitasnya dengan pengguna lebih dari satu miliar dan kini secara luas dipandang selaku mesin duit masa depan Kerajaan Facebook.

Mark Zuckerberg "mencaplok" WhatsApp pada 2014 senilai US$ 22 miliar, aplikasi yang mengantarpesan teks, video, dan foto. WhatsApp sangat terkenal secara internasional. Analis Wall Street menyampaikan aplikasi ini menghasilkan sedikit pemasukan kini dan bisa menjadi penghasil uang yang besar.