Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Industri Fintech Di Indonesia Masih Didominasi Peer To Peer Lending


Masmalven.com - Fintech di Indonesia masih didominasi oleh Peer to Peer Lending. Saat ini terdaoat 144 Fintech Peer to Peer Lending yang terdaftar dan diawasi oleh Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

Dari jumlah tersebut, 13 diantaranya telah memiliki izin. "Saat ini sebagian besar Fintech didominasi oleh Peer to Peer Lending, baik itu konsumtif, dan produktif," kata Ketua Harian Asosiasi Fintech Indonesia (AFTECH), Mercy Simonangkir.

Selain itu, ada 2 Fintech equity crowdfunding yang sudah mempunyai izin dari Otoritas jasa keuangan (OJK).

"Saat ini fintech equity crowdfunding dari 11 baru ada dua yang telah berizin," kata Mercy.

Mercy juga mengatakan perkembangan Fintech sangatlah pesat dan hal itu tampakdari jumlah anggota yang ada di Aftech, pada tahun kemudian anggota Aftech cuma berjumlah 178 namun tahun ini berjumlah 300.

"Tapi dari 300 itu tidak tergolong yang ilegal ya, alasannya proses untuk menjadi anggota kita tidak asal pilih, harus di cek legalitasnya, dan catatan keuangannya seperti apa nanti juga kita interview," ujarnya.

Menurut Fintech sendiri masih memiliki beberapa tantangan, yaitu untuk menetapkan penduduk memakai jasa mereka dan tahu wacana finansial.

Aftech sendiri kini dalam mengedukasi penduduk luas mulai menerbitkan buku fatwa yang bisa diunduh oleh siapapun.

Dalam buku tersebut dijelaskan jenis-jenis fintech dan kegunaannnya, agar nantinya penduduk yang ingin memakai layanan fintech mampu lebih tepat dalam memilih layanan.