Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Administrasi Aset: Pemahaman, Berdasarkan Andal, Tujuan Dan Siklus Asset Management

Aset merupakah hal penting bagi perusahaan yang harus dikelola dengan tepat Manajemen Aset: Pengertian, Menurut Ahli, Tujuan dan Siklus Asset Management

Aset merupakah hal penting bagi perusahaan yang harus diatur dengan tepat. Aset perusahaan ini berbentukperlengkapan dan perlengkapan, warehouse, dll. Untuk menjaga aset ini dengan baik maka diperlukan suatu tata cara "administrasi aset". Dengan begitu perusahaan akan lebih singkat meraih tujuan dan mendapatkan keuntungan.

Pengertian Manajemen Aset
Apa itu administrasi aset (asset management)? Pengertian Manajemen Aset yaitu proses pengambilan keputusan dan penerapannya sesuai dengan penggunaan, distribusi dan perolehan sebuah aset.

Asset management juga adalah sebuah proses sistematis yang bertujuan mempertahankan, memperbarui, dan mengoperasikan aset secara irit melalui akuisisi, penciptaan, operasi, pemeliharaan, rehabilitasi, dan pembatalan aset. Sehingga tujuan yang dibutuhkan mampu tercapai secara efektif dan efisien.

Inti dari asset management ini adalah mengelola aset yang berafiliasi dengan penilaian teknis, keuangan, dan praktek manajemen yang manis. Manajemen aset ini sangat diharapkan untuk memutuskan apa yang dibutuhkan untuk menjangkau tujuan bisnis, mendapatkan, dan menjaga aset selama periode pakai aset tersebut sampai ke pembuangan.

Manajemen Aset Menurut Para Ahli
Kita mampu merujuk pada pendapat para andal berikut ini:

1. Danylo dan Lamer (1994)
Menurut Danylo dan Lamer, pemahaman aset management yaitu metodologi secara efisien dan adil mengalokasikan sumber daya diantara tujuan dan sasaran yang valid dan berkompetisi.

2. Dolli D. Siregar (2004)
Menurut Dolli D. Siregar, pengertian manajemen aset adalah sebuah profesi atau keterampilan yang belum sepenuhnya berkembang atau populer di lingkungan pemerintah maupun di forum atau unit kerja.

3. Gima Sugiama (2013)
Menurut Gima Sugiama, pemahaman administrasi aset ialah suatu ilmu dan seni untuk memandu pengelolaan kekayaan yang meliputi proses penyusunan planning keperluan aset, menerima, inventarisasi, legal audit, menilai, mengoperasikan, memelihara, membaharukan atau menghapuskan serta mengalihkan aset secara efektif dan efisien.

4. Kaganova dan McKellar
Menurut Kaganova dan McKellar, pemahaman administrasi aset adalah proses pengambilan keuputusan dan impelementasinya sesuai dengan akuisisi, penggunaan, dan pembagian dari aset tersebut.

Tujuan Manajemen Aset
Tujuan manajemen aset ialah membantu perusahaan dalam mengambil keputusan yang tepat sehingga aset mampu diatur secara efektif dan efisien. Berikut ini beberapa tujuan administrasi aset, diantaranya:
  • Memastikan status kepemilikan sebuah aset
  • Menginventariskan kekayaan dan kurun pakai aset yang dimiliki
  • Menjaga agar nilai aset tetap tinggi dan memiliki usia hidup yang panjang
  • Meminimalisir biaya selama umur suatu aset
  • Memastikan sebuah aset bisa menghasilkan keuntungan yang maksimum
  • Mencapai penggunaan dan pemanfaatn aset secara maksimal
  • Keperluan pengawalan aset
  • Keperluan penjagaan aset
  • Sebagai acuan dalam menyusun neraca dalam akuntansi

Siklus Manajemen Aset
Pelaksanaan manajemen aset ada 8 tahapan yang mesti dilakukan sehingga siklus dapat terbentuk. Berikut beberapa tahapan manajemen aset, adalah:

1. Perencanaan Kebutuhan Aset
Tahapan ini adalah permulaan dari proses administrasi aset dimana dijalankan penyusunan rencana tentang apa saja hal yang dibutuhkan dalam mengurus aset. Seperti kebutuhan untuk pengadaan, inventarisasi, perawatan, dll.

2. Pengadaan Aset
Tahapan kedua dijalankan untuk pengadaan aset, seperti barang dan jasa yang diperoleh dengan biaya sendiri atau pihak lain.

3. Inventarisasi Aset
Tahap ketiga, terdapat rangkaian acara berupa kenali kualitas dan kuantitas aset, mirip fisik/non fisik maupun secara yuridis/legal. Dari masing-masing aset di dokumentasikan dan diberi aba-aba tertentu untuk keperluan pengelolaan aset tersebut.

4. Legal Audit Aset
Tahap keempat, tentang status aset, sistem dan mekanisme pengadaan, metode dan alur pengalihan. Identifikasi kemungkinan terjadi problem legalitas yang juga dilakukan pada tahap ini serta merencanakan solusinya.

5. Pengoperasian dan Pemeliharaan Aset
Tahap kelima, setiap aset yang dimiliki digunakan untuk melakukan peran dan pekerjaan sesuai dengan fungsinya untuk meraih tujuan perusahaan.

6. Penilaian Aset
Tahap keenam, pihak manajemen aset menentukan nilai aset yang dimiliki sehingga perusahaan mengenali dengan terang nilai kekayaan yang dimiliki, dialihkan maupun dihapuskan.

7. Penghapusan Aset
Tahap ketujuh, perusahaan akan menganggap aset apa saja yang dianggap tidak menguntungkan dan akan dihapuskan. Proses ini dibagi dua bab, ialah:
  • Pengalihan Aset ialah pemindahan hak dan tanggung jawab, wewenang, dan pemanfaatan sebuah unit kerja ke unit kerja yang lain dalam lingkungan sendiri. Seperti penyertaan modal, hibah, dll.
  • Pemusnahan Aset adalah tindakan memusnahkan atau menghancurkan aset untuk meminimalisir aset karena dianggap tidak dimanfaatkan lagi.

8. Pembaharuan Aset
Tahap terakhir ini dianggap tidak produktif untuk diperbarui sehingga mampu dimanfaatkan lagi hingga umur ekonomisnya berakhir. Pembaruan/peremajaan dikerjakan dalam bentuk perbaikan atau penggantian sparepart sehingga dapat melaksanakan pekerjaan seperti kondisi aslinya.